Minggu, 07 April 2013
pagi ini, bias matahari dari pelepah daun kelapa menelusup lewat jendela, menyapaku di kamarku yang remaja.
lagi dan lagi aku mengingatmu, mengenangmu tanpa pernah lelah dan jemu.
setiap kali sapa halusmu menenangkan aku jika aku suntuk tak menentu. membelai lembut poniku. sambil senyummu menyampaikan do'a do'a untuk kebahagiaanku.
adalah engkau yang tak menuntut apa-apa dariku, adalah cintamu yang tak pernah membunuhku.
About Me
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahabat...Baca...
Ruang Renungan
Ruang Sehat
Buku Tamu
Tampilkan postingan dengan label Ruang Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Kenangan. Tampilkan semua postingan
kata kata ; kata hati
Diposting oleh Sokanindya Pratiwi Wening di 4/07/2013 07:23:00 PM 0 komentar
Label: Catatan Sokanindya Pratiwi Wening, Cinta, Cinta Sejati, Hati, Kata Hati, Lhokseumawe, Puisi, Ruang Kenangan
Tebu
Sabtu, 06 April 2013
Ini tebu, ya, ini tebu.
Waktu aku kecil, aku suka sekali makan tebu. Tebu adalah pilihan saat lelah bermain dengan teman-teman.
Ada sensasi dan terasa lebih nikmat jika kulit tebu tidak dikupas dengan pisau sebelum di makan.
Aku punya cara asyik menikmati tebu manis yang ditanam ibu. Tebu yang panjang kurebahkan lalu kupatahkan dengan kaki dan untuk memotongnya menjadi beberapa bagian, kugunakan lututku buat memotongnya. Tebu yang sudah menjadi beberapa bagian itu kukuliti dengan gigiku. Srek…srek…srek… Begitu suaranya. Lalu, pletaaak… Terpisahlah sepotong tebu yang langsung bersuara sret…sret…sret di mulutku.
Diposting oleh Sokanindya Pratiwi Wening di 4/06/2013 01:13:00 AM 0 komentar
Label: Ruang Kenangan, Sensasi Tebu, Tebu
Sahabatku Cornelius
Rabu, 13 Juni 2012
Sore tadi, aku yang sedang berada di rumah kakakku di Sipirok, diajak
untuk melihat kebunnya di desa Pasar Matanggor, kurang lebih 35 km dari
rumahnya.
Dari kejauhan mataku sudah tertarik melihat mangkuk-mangkuk pelastik berwarna merah, penampung getah karet, yang berjajar rapi di batang-batang pohon karet. Kudekati untuk melihat isinya.
Dari kejauhan mataku sudah tertarik melihat mangkuk-mangkuk pelastik berwarna merah, penampung getah karet, yang berjajar rapi di batang-batang pohon karet. Kudekati untuk melihat isinya.
Diposting oleh Sokanindya Pratiwi Wening di 6/13/2012 08:21:00 AM 0 komentar
Label: Catatan Sokanindya Pratiwi Wening, Cornelius Siahaan, Kisah Kecilku, Pasar Matanggor, Persahabatan, Ruang Kenangan, Sahabat, Sahabat SD, Sipirok
Langganan:
Komentar (Atom)




