Ini tebu, ya, ini tebu.
Waktu aku kecil, aku suka sekali makan tebu. Tebu adalah pilihan saat lelah bermain dengan teman-teman.
Ada sensasi dan terasa lebih nikmat jika kulit tebu tidak dikupas dengan pisau sebelum di makan.
Aku punya cara asyik menikmati tebu manis yang ditanam ibu. Tebu yang panjang kurebahkan lalu kupatahkan dengan kaki dan untuk memotongnya menjadi beberapa bagian, kugunakan lututku buat memotongnya. Tebu yang sudah menjadi beberapa bagian itu kukuliti dengan gigiku. Srek…srek…srek… Begitu suaranya. Lalu, pletaaak… Terpisahlah sepotong tebu yang langsung bersuara sret…sret…sret di mulutku.


